Thursday, October 12, 2017

MANAJEMEN KANTOR


MANAJEMEN KANTOR

REVIEW
DISUSUN GUNA MEMENUHI PENILAIAN
MATA KULIAH MANAJEMEN KANTOR


Oleh:
Betty Nugrahanti Mawengku
NIM. 14020413060045


­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­ PROGRAM STUDI DIPLOMA III ADMINISTRASI PERKANTORAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2014
DAFTAR ISI


Daftar Isi………………………………………………………………………………2
PEMBAHASAN
A.    Peran dan Tanggung Jawab…………………………………………………...3
B.     Penetapan Pedoman dan Prosedur Kantor…………………………………….5
C.     Penanganan Staf  Kantor……………………………………………………...9
D.    Efektivitas Kepemimpinan…………………………………………………..17
E.     Pentingnya Hubungan Baik dengan Pelanggan……………………………...22
Daftar Pustaka

















PEMBAHASAN

A. Peran dan Tanggung Jawab
     Seorang manajer kantor mempunyai banyak tanggung jawab dan mengerjakan banyak hal, antara lain;
1.      Perencanaan, yaitu membuat rancangan masa depan.
2.      Pengaturan, yaitu mengidentifikasi dan mengalokasikan sumber daya penting.
3.      Pengambilan keputusan, yaitu meneliti informasi yang relevan dan memilih rangkaian tindakan.
4.      Komunikasi, yaitu memberi dan menerima umpan balik.
5.      Pemberian Motivasi, yaitu menggunakan kemampuan hubungan  masyarakat untuk merangsang produktivitas karyawan.
6.      Tindakan, yaitu menerapkan rencana dan keputusan.
7.      Pengendalian, yaitu membandingkan kinerja dengan rencana.
8.      Evaluasi, yaitu menganalisis hasil dengan usaha, waktu dan biaya.
9.      Kepemimpinan, yaitu menunjukan melalui contoh bahwa tim kantor produktif, professional dan positif.
     Sasaran utama menjadi Perencana Yang Efektif ialah memenuhi tanggung jawab serta memenuhi kebutuhan konsumen dan karyawan secara memuaskan. Berarti harus mengkaji hal yang penting hal-hal yang penting, menentukan arah melangkah, merumuskan sasaran dan merancang rencana jangka pendek dan jangka panjang untuk mencapai tujuan.
     Langkah-langkah untuk menciptakan visi kantor;
a.    Menentukan posisi sekarang.
b.   Menentukan posisi yang ingin dicapai di masa depan.
c.    Mengumpulkan informasi.
d.   Meramalkan kemungkinan kejadian masa depan.
e.    Membuat gambaran masa depan.
f.    Menentukan sasaran yang bisa dicapai.
g.   Menyusun rencana untuk mencapai sasaran.
h.   Mengawasi kemajuan, memperoleh umpan balik, dan membuat penyesuaian.
i.     Mencapai sasaran.
     Perencanaan tidak pernah berhenti. Setiap tahap dalam proses perencanaan membawa semakin dekat dengan kesuksesan.
     Agar dapat membuat rencana secara efektif, harus mempu menetapkan dan mencapai sasaran bagi diri sendiri dan bagi organisasi.
Sasaran; 1. Merupakan pernyataan yang ingin dicapai.
              2. Harus dikembangkan dengan input dari semua pihak terkait.
               3. Bersifat khusus dan bisa diukur.
               4. Menggambarkan kriteria yang digunakan untuk menentukan terpenuhinya
      sasaran.
  5. Biasanya mencakup kerangka waktu penyelesaian, meskipun beberapa
       sasaran berkelanjutan, seperti sasaran bagi karyawan yang menjalankan
      fungsi pemrosesan rutin.
  6. Harus bersifat menantang dan dapat dicapai.
   7. Harus diganti dengan sasaran baru jika kebutuhan pekerjaan berubah atau
      satu proyek tertentu telah selesai.
  8. Harus konsistenn dengan standar kantor.
     Dengan sistem kontrol yang baik, bisa membuat pekerjaan mengalir ke kantor. Ketika memulai satu proyek, membutuhkan satu sistem untuk memastikan proyek tersebut berjalan berdasarkan rencana menuju sasaran.
Sebelum proyek dimulai;
·   Tentukan hasil yang diharapkan.
·   Sebutkan langkah-langkah utama.
·   Tentukan kerangka waktu.
·   Buatlah jadwal.
·   Tentukan sumber daya yang dibutuhkan.
·   Tetapkan titik pemeriksaan.
·   Dapatkan pemahaman dan dukungan dari anggota tim.
Selama pekerjaan dilakukan;
§ Meminta laporan dan berita terbaru dan lengkap.
§ Menindaklanjuti pada titik pemeriksaan tertentu.
§ Memantau motivasi anggota tim.
Setelah pekerjaan selesai;
o Mengevaluasi kinerja dan mengambil tindakan untuk meningkatkan kinerja, jika perlu.
o Menghargai kinerja dan prestasi yang baik.
     Kunci lain untuk menjaga aliran kerja adalah dengan menerapkan manajemen waktu yang efektif. Dimulai dengan mengkaji kebiasaan kerja dan memastikannya sudah produktif mungkin.
     Apa yang terjadi jika karyawan tidak tahu cara mengerjakan tugasnya, tidak bisa mengerjakan tugasnya karena ada sesuatu yang menghambat atau tidak mau mengerjakan tugas mereka?  Mereka menjadi tidak produktif dan mereka melakukan “Korupsi Waktu”. Korupsi waktu adalah hilangnya waktu sehingga merugikan perusahaan.
Korupsi waktu bisa berbagai macam;
1.   Tambahan waktu pada jam istirahat atau makan siang.
2.   Sering ke kamar mandi.
3.   Telepon pribadi yang lama.

B.  Penetapan Pedoman dan Prosedur Kantor
     Setiap kantor membutukan pedoman dan prosedur yang mendukung organisasi tanpa melimpahkan beban berat.
Pedoman dan prosedur yang efektif;
1.   Bersifat realitis dan mudah dimengerti.
2.   Bisa dikembangkan dengan masuk dari karyawan.
3.   Harus disampaikan, dipahami dan diterima oleh karyawan.
4.   Harus fleksibel terhadap revisi ketika alasan bisnis membutukan perubahan.
Beberapa contoh pedoman standar kantor meliputi;
a.    Papan Pengumuman Buletin Wajib (peraturan pemerintah pusat atau pemerintah daerah).
b.   Laporan Belanja Kantor dan Aturan Kepatuhan.
c.    Aturan Berpakaian.
d.   Kehadiran.
e.    Aturan Kerja.
f.    Pencegahan pelecehan Seksual.
     Papan pengumuman Buletin wajib, perusahaan harus menempelkan pemberitahuan tertentu yang diwajibkan oleh hukum dan peraturan pemerintahan pusat dan pemerintah daerah.
Peratuaran oleh pemeritah pusat maupun pemerintah daerah dapat berupa;
1.      Upah Minimum.
2.      Kesetaraan Kesempatan Kerja, dapat meliputi:
a.       Diskriminasi Usia dalam Undang-Undang Tenaga Kerja.
b.      Undang-Undang Warga Negara Penyandang Cacat.
c.       Undang-Undang Kesetaraan Upah.
d.      Undang-Undang Rehabilitasi.
e.       Undang-Undang Hak Sipil.
3.      Undang-Undang Perlindungan Karyawan.
4.      Undang-Undang Cuti Berobat dan Keperluan Keluarga.
5.      Undang-Undang Perlindungan Kesehatan dan Keselamatan Kerja.
     Setiap kantor membutuhkan pedoman laporan pengeluaran kantor. Kantor harus mempunyai standar penagihan pembayaran untuk menjadi pedoman karyawan yang mengadakan pengeluaran berkaitan dengan bisnis. Kontrol yang teliti bisa menambah  kesehatan keuangan organisasi.
Beberapa rekomendasi untuk pengontrol pengeluaran;
·   Semua pengeluaran harus sesuai dengan kebutuhan kantor.
·   Tentukan batas biaya untuk pos tertentu, seperti makan siang kantor, hadiah untuk pelanggan dan pembeli nonrutin.
·   Pusat pembelian persediaan, perlengkapan, teknologi dan biaya perjalanan supaya mendapatkan sejumlah potongan dan menjaga konsistensi perusahaan.
·   Awasi pengguna kartu kredit perusahaan.
·   Semua item yang melebihi batas biaya harus mendapat persetujuan.
     Aturan berpakaian harus menunjukan tugas yang sedang dikerjakan dan karakter bisnis. Karyawan yang berhubungan langsung dengan pelanggan harus berpakaian dengan baik untuk membuat pelanggan merasa sekaligus untuk menunjukkan kesan kompetensi dan keahlian. Aturan berpakaian bisa menjadi persoalan sensitif bagi manajer dan karyawan.
     Secara umum, ketidakhadiran merupakan hari libur yang tidak terjadwal, kecuali untuk hari libur karena;
o   Wisata dan libur yang dibiayai kantor.
o   Cuti melayat.
o   Libur pemilu
o   Ketidak hadiran yang dilindungi hukum misalnya Undang-Undang Cuti Berobat atau keperluan keluarga.
     Secara umum, eratuaran kerja berlaku untuk seluruh karyawan ketika mereka mengerjakan bisnis perusahaan atau ketika mereka menggunakan kendaraan kantor. Meskipun tidak mungkin menyediakan daftar penuh peraturan kerja yang berkaitan dengan perilaku dan kinerja, contoh-contoh larangan berikut ini bisa membantu menentukan peraturan yang bisa diterapkan di kantor;
a.    Menggunakan bahasa kasar dan mengintimidasi aau sikap yang kurangg tepat di lingkungan kantor.
b.   Mengizinkan orang luar menggunakan kendaraan kantor atau property kantor.
c.    Mengubah atau memalsukan laporan kantor dan surat lamaran karyawan.
d.   Bersikap kasar atau mengancam di lingkungan kantor.
e.    Membangkang atau menolak melaksanakan tugas yang diberikan.
f.    Meninggalkan kantor bagian atau lingkungan perusahaan tanpa izin sebelum akhir jam kerja yang dijadwalkan.
g.   Menyalahgunakan, menyelewengkan atau memindahkan dana atau properti kantor tanpa izin.
h.   Memiliki, menyalurkan, menjual, menggunakan atau terpengaruh minuman beralkohol atau obat-obatan ketika bekerja  atau ketika berada di lingkungan kantor.
i.     Menyebarkan atau menyalahgunakan informasi rahasia tentang perusahaan atau pelanggan atau pemasok.
j.     Pelecehan seksual atau kejahatan lain terhadap karyawan dan pemasok.
k.   Tidur ketika bertugas.
l.     Merokok di tempat terlarang atau di tempat-tempat dengan tanda “dilarang merokok”
m. Kinerja yang tidak memuaskan atau kelalaian fatal.
n.   Melanggar peraturan keselamatan, kesehatan atau keamanan.
     Pelecehan adalah segala bentuk periku seksual yang membuat seseorang merasa tidak nyaman, dan bisa berupa;
·      Pria melecehkan wanita.
·      Wanita melecehkan pria.
·      Seseorang melecehkan orang lain dengan jenis kelamin yang sama.
     Jika kinerja seseorang di pengaruhi oleh sikap, tindakan atau bahasa yang tidak menyenangkan secara berulang, di situlah terjadi pelecehan.
Situasi-situai di bawah ini bisa dianggap sebagai pelecehan seksual;
§  Seseorang dibuat merasa bahwa dia harus tunduk atau menerima ajakan seks sebagai syarat menjadi karyawan.
§  Seorang pria memandangi tubuh seorang wanita ketika sedang berbincang.
§  Seseorang dipengaruhi hingga merasa tunduk atau menolak ajakan seks akan mempengaruhi pekerjaan, kemajuan, evalusai atau penugasan.
§  Baju seorang karyawan wanita yang kurang pantas merusak konsentrasi rekan-rekan kerja yang lain.
§  Tindakan seksual dimaksudkan untuk mengganggu kinerja seseorang.
§  Seseorang tersinggung dengan lelucon mesum .
§  Seseorang merasa terintimidasi secara seksual oleh lingkungan kerja.
§  Atasan berkali-kali mengajak bawahannya untuk berkencan.
§  Pujian yang tidak diinginkan dengan nada tambahan berbau seksual yang dilakukan berulang-ulang.
§  Seseorang bersikap ramah, menepuk orang lain di bagian yang membuat orang lain tersebut merasa tidak nyaman.

C.    Penanganan Staf Kantor
     Orang yang dipilih harus dinilai dengan seksama sesuai dengan gambaran kerja tertulis untuk memastikan bahwa dia mempunyai kemampuan dan pengalaman yang memenuhi  persyaratan kerja. Kesuksesan tertinggi organisasi terkait erat dengan kualitas keputusan dalam memperkerjakan orang.
     Enam langkah untuk membantu memperjelas keputusan dalam memperkerjakan orang;
1.      Pelajari deskripsi kerja untuk memastikan bahwa deskripsi tersebut adalah yang terbaru.
2.      Libatkan staf-staf utama untuk memastikan bahwa deskripsi kerja mencemarkan kewajiaban kerja. Tulislah uang deskripsi kerja tersebut berdasarkan masukan.
3.      Siapkan daftar pertanyaan hukum khusus untuk ditanyakan kepada kandidat.
4.      Catatlah jawaban wawancara dalam bentuk skala.
5.      Tentukan kandidat terbaik dengan mempelajari penilaian yang berupa skala.
6.      Buatlah tawaran kerja.
     Harus melindungi hak-hak karyawan dan perusahaan berdasarkan undang-undang EEO (Equal Employment Opportunity) pemerintah pusat yang berlaku. Harus merekrut, menyeleksi, mempekerjakan, memindah, dan member kenaikan jabatan pada karyawan dan mengatur seluruh kompensasi dan program bonus karyawan berdasarkan kualifikasi dan kinerja masing-masing, dengan tidak memandang ras, agama, jenis kelamin, Negara asal, usia, warna kulit, cacat fisik atau mental (atau yang dianggap sebagai kekurangan), status veteran atau veteran cacat.
     Pedoman yang memberikan cara positif untuk memenuhi persyaratan EEO;
a.    Undang-undang EEO sangat rumit dan masih terus diuji dan ditafsirkan. Waspadai perubahannya.
b.   Ciptakan dan pelihara suasana dalam organisasi yang menunjukkan bahwa mengerti tentang kebijakan EEO dan mendukungnya.
c.    Cegah tindakan-tidakan diskriminasi dalam bentuk apa pun oleh siapa pun di kantor. Bahkan kejadian yang seperti sepele bisa membuat orang tidak nyaman dan menimbulkan tuntutan diskriminasi dan penyelidikan lanjut.
d.   Analisis posisi yang di atur untuk memastiakan kualifikasi wajib orang yang akan mengisi posisi tersebut berdasarkan persyaratan kerja yang terpercaya.
e.    Pastikan tidak ada tindakan-tindakan diskriminasi dalam setiap perekrutan.
f.    Carilah kemungkinan ketidakadilan dalam hal gaji, tugas kerja, proyek khusus, pelatihan dan praktis promosi sesuai wewenang lalu perbaikilah ketidakadilan tersebut.
g.   Lakukan upaya untuk mendukung dan membantu wanita kaum minoritas dan orang-orang cacat yang mempunyai kualitas untuk maju dalam perusahaan.
h.   Catatlah semua tindakan disiplin yang diambil dan alasan pemilihan, pemberhentian, pemindahan, kenaikan jabatan atautindakan personal lainnya.
i.     Jangan abaikan karyawan yang tidak memuaskan. Jika seorang karyawan tidak dapat memjalankan tugasnya, berhentikan atau pindahkan dia ke posisi yang lebih sesuai.
     Pengakuan dan pemanfaatan kemampuan dan pengalaman orang lain melibatkan mereka dalam pembinaan hubungan baik, rasa hormat, kepemilikan dan kesetiaan. Semakin tinggi semangatnya, semakin rajin karyawan tersebut bekerja dan hasilnya adalah produktivitas yang meningkat.
     Bisnis menerima banyak keuntungan dengan mengakui dan mendorong keragaman tenaga kerja. Di antara keuntungan-keuntungan tersebut, pertimbangkan 3 dampak ekonomi terbesar berikut ini;
1)      Meningkatkan daya beli.
2)      Mengurangi biaya dengan mengurangi pergantian karyawan
3)      Mendapatkan keuntungan dari produktivitas, kreativitas, dan inovasi seluruh karyawan.
     Deskripsi kerja yang disusun secara professional meliputi kelima elemen berikut ini;
1.   Tujuan kerja.
2.   Tugas karyawan dalam pekerjaan tersebut.
3.   Bagaimana pekerjaan tersebut dilaksanakan?
4.   Hubungan antarmanusia atau ketrampilan pribadi apa yang diperlukan?
5.   Kualitas fisik apa yang penting?
     Setelah menyusun deskripsi kerja, siap menguji calon karyawan dengan kriteria yang sudah ditetapkan. Ikuti saran-saran berikut ini untuk melakukan wawancara yang efektif;
·         Gunakan wawancara telepon untuk mendapatkan informasi dan menyaring kandidat.
·         Tentukan bagian resume yang paling penting untuk posisi yang ditawarkan.
·         Pelajari pengalaman kerja kandidat sebelum menawarkan kesempatan wawancara untuk posisi yang tersedia.
·         Lakukan wawancara di tempat yang bebas gangguan.
·         Ciptakan suasana yang santai. Buatlah kandidat nyaman.
·         Buatlah pertanyaan bebas yang membutuhkan jawaban lebih dari sekedar “ya” dan “tidak”.
·         Gunakan beberapa pertanyaan penilaian diri yang menuntut kandidat untuk menampilkan kemampuan penalaran atau pemecahan masalah.
·         Aturlah situasi hipotesis yang mengharuskan kandidat menunjukan ketrampilan menjelaskan dan menyelesaikan masalah.
·         Galilah pengalaman dan pendidikan kandidat yang berhubungan dengan syarat pekerjaan.
·         Simaklah baik-baik dan ulangi item-item kunci yang dikatakan oleh kandidat.
·         Buatlah catatan di kertas lain selain kertas lamaran atau resume. Ingatlah bahwa semua catatan bisa dijadikan dasar tindakan hukum.
·         Evaluasi semua kandidat dengan criteria yang sama.
·         Ajukan wawancara tambahan dengan kandidat yang paling berpotensi dan bersama pegawai personalia utama yang lain.
·         Periksalah referensi dengan seksama.
·         Buatlah tawaran pekerjaan tertulis untuk kandidat yang paling berpotensi.
     Selam wawancara, bersiaplah untuk membahas informasi tentang pekerjaan dan perusahaan berikut ini;
o  Sejarah perusahaan, termasuk produk dan layanan andalan.
o  Visi dan misi perusahaan.
o  Deskripsi kerja yang menjelaskan kewajiban dan tanggung jawab.
o  Cara dan waktu kinerja akan dievaluasi.
o  Jam kerja, peraturan dan informasi lain mengenai kantor.
o  Informasi kompensasi dan tunjangan kantor.
     Orientasi karyawan yang cermat merupakan kegiatan penting yang juga akan dilakukan sebagai seorang manajer kantor. Seringnya, sikap seorang karyawan terhadap organisasi yang akan dia tempati ditentukan di hari-hari pertamanya.
     Program orientasi harus meliputi hal-hal berikut;
§  Sambutan yang halus.
§  Perkenalan dengan orang-orang penting di kantor.
§  Mempelajari kantor dan gedung, termasuk pintu darurat.
§  Gambaran hal-hal penting seperti jam kerja dan peraturan kerja, tunjangan, prosedur darurat, keselamatan, kebijakan kehadiran, dan lain-lain.
§  Gambaran kewajiban kerja dan syarat minimum kerja.
§  Gambaran pelatihan awal yang akan diterimma karyawan.
§  Waktu bagi karyawan untuk menyesuaikan diri dengan area kerja.
§  Meja atau ruang kerja yang lengkap.
§  Dokumen, seperti buku catatan laba, buku telepon perusahaan, dan lain-lain.
§  Tugas pertama.
Setiap program pelatihan terdiri dari empat langkah;
1.   Tentukan cara mengerjakan tugas.
2.   Perencanaan pelatihan.
3.   Berikan Pelatihan.
4.   Evaluasi pelatihan.
     Banyak manajer kantor yang percaya bahwa masa pelatihan kerja adalah salah satu bentuk pelatihan efektif. Tetapi, masa pelatihan bisa berhasil hanya jika membuat rencana yang baik. Berikut ini yang harus ada dalam program masa pelatihan;
a.    Daftar tugas, standar kinerja, rencana dan materi pelatihan untuk masing-masing tugas.
b.   Pelatihan yang bersedia melatih dan memahami  prinsip-prinsip pelatihan dasar.
c.    Materi tertulis, seperti manual dan buku kerja untuk mencatat apa yang diajarkan.
d.   Waktu yang cukup untuk melatih dengan benar.
e.    Peralatan dan persediaan penting untuk dapat melaksanakan pelatihan kerja yang efektif.
f.    Sarana untuk mengevaluasi pelatihan.
     Seorang manajer yang efekti mengetahui cara melatih dan member bimbingan kepada karyawannya. Bimbingan dan pelatihan mempunyai beberapa kesamaan. Terkadang keduanya saling tumpang tindih.
Penyebab utama;
§  Kurangnya pengetahuan mengenai tanggung jawab kerja.
§  Masalah pribadi karyawan.
Gejala;
o  Kinerja atau masalah perilaku.
Pendekatan yang diharapkan;
·      Bimbingan
·      Pelatihan
     Untuk meningkatkan produktivitas kantor, harus membuat karyawan bangga dengan tugas dan prestasi mereka. Setiap karyawan ingin merasa puas akan kontribusi mereka. Kepuasan berkaitan dengan lima kebutuhan dasar yang ditetapkan oleh psikolog Abraham Maslow, yang mengamati bahwa setiapn orang mempunyai kebutuhan dasar yang sama antara lain;
1.      Kebutuhan bertahan hidup.
2.      Kebutuhan akan rasa aman.
3.      Kebutuhan akan kasih saying.
4.      Kebutuhan akan pengakuan.
5.      Kebutuhan akan aktualisasi diri.
     Sasaran kinerja yang ditetapkan menentukan dua hal;
1.   Pekerjaan yang ingin diselesaikan.
2.   Cara menyelesaikannya.
 Penilaian kinerja memiliki 3 fungsi dasar;
1)   Untuk member umpan balik yang cukup bagi masing-masing karyawan dalam hal kinerja.
2)   Sebagai ajang diskusi empat mata tentang penyesuaian atau perubahan terhadap tujuan kinerja yang ada.
3)   Menyediakan data bagi manajer atau supervisor supaya bisa menilai karyawan, tugas kerja dan kompensasi.
     Penilaian kinerja formal harus dilakukan;
o   Secara teratur dan tertulis.
o   Pada waktu dan tempat yang ditentukan sebelumnya, bebas dari gangguan.
o   Menggunakan dokumen yang bisa di jadikan acuan untuk merangkum kinerja.
o   Terpisah dari tinjauan kompensasi.
o   Dengan tindak lanjut tertulis yang mengurangi semua rencana tindakan yang berasal dari sesi kinerja.
     Delapan langkah menuju penilaian kinerja yang lebih efektif;
1.      Ketika seorang karyawan dipekerjakan atau ditugaskan ke kantor, sediakan deskripsi tertulis mengenai perilaku dan kualitas yang diperlukan untuk tugas tersebut.
2.      Tetapkan sasaran khusus bersama karyawan dan tuliskan kesepakatan tersebut.
3.      Pastikan sasaran tersebut adil dan masuk akal sehingga memudahkan mengevaluasi kinerja karyawan.
4.      Jelaskan bahwa proses kajian kinerja dirancang untuk mengevaluasi cara pencapaian sasaran dan sarana yang digunakan karyawan untuk mencapainya.
5.      Dapatkan kesepakatan dengan karyawan tentang criteria perilaku dan kinerja yang ingin dicapai.
6.      Tetapkan tanggal untuk tinjauan pertama. Pastikan menjadwalkan tinjauan pertama selama masa percobaan yang ditentukan oleh kantor.
7.      Awasi karyawan selama masa tinjauan serta catatlah insiden perilaku yang memengaruhi kinerja karyawan atau menggambarkan pola perilaku.
8.      Jadwalkan penilaian actual jauh sebelumnya untuk memungkinkan karyawan mempersiapkan diri.
     Jika bertanggung jawab atas evaluasi kinerja, ingatlah untuk: berkonsentrasi pada kinerja yang diukur berdasarkan harapan yang dipahami semua pihak.
Beberapa kesalahan umum adalah;
·      Prasangka: hal-hal yang membuat kita cenderung bereaksi yang tidak ada hubungannya dengan kinerja, seperti misalnya gender, suku, agama, pendidikan, latar belakang keluarga, usia, dan lain-lain.
·      Penilaian sifat: terlalu banyak perhatian pada sifat yang tidak berhubungan dengan pekerjaan dan hal-hal yang sulit untuk diukur. Yang termasuk contohnya adalah fleksibilitas, ketulusan, dan keramahan.
·      Penekanan yang terlalu berlebihan pada kinerja yang baik atau kurang baik pada satu atau dua tugas yang bisa menyebabkan kajian yang tidak seimbang atas keseluruhan kontribusi.
·      Mengandalkan kesan dari pada fakta.
·      Membuat karyawan bertanggung jawab atas akibat dari factor-faktor di luar kemampuannya.
·      Gagal menyediakan kesempatan persiapan sebelumnya bagi masing-masing karyawan.
     Karyawan yang bekerja dalam suasana yang santai akan lebih leluasa untuk membahas kekurangan mereka pada saat penilaian. Jika hal ini terjadi, manajer bisa bersikap suportif dengan mengatakan misalnya, “Bagus sekali”. Apa yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki situasi ini?”
     Beberapa karyawan mungkin tidak menyadari bahwa mereka gagal memenuhi harapan. Kadang-kadang, mereka merasa bahwa semuanya baik-baik saja karena mereka melihat ada orang lain yang melakukan hal yang sama.
     Sebelum bertindak untuk memperbaiki kinerja yang tidak memuaskan, terlebih dahulu harus meninjau harapan bersama karyawan, Jika karyawan tersebut tidak menyadari harapan ini, mereka harus diberi penjelasan dan mereka harus berkomitmen untuk memenuhinya. Jika harapan itu tidak terpenuhi karena alasan lain, manajer harus terlebih dahulu mempelajari penyebabnya dan menyepakati rencana tindakan perbaikan yang akan dilaksanakan bersama karyawan.
     Harus mengikuti prosedur khusus untuk menangani karyawan dengan kinerja lemah. Langakh-langkah berikut ini perlu diambil ketika kinerja seorang karyawan tidak memuaskan.
o   Langkah 1: Pelatihan
o   Langkah 2: Peringatan Verbal
o   Langkah 3: Peringatan Tertulis
o   Langkah 4: Percobaan
o   Langkah 5: Pemberhentian
     Ketika memutuskan untuk mempekerjakan seseorang sebaiknya ada kecocokan antara pekerjaan dan karyawan.

D.    Efektifitas Kepemimpinan
     Jika mempunyai kemampuan komunikasi yang kuat, akan lebih efektif daripada rekan kerja yang tidak mempunyai kemampuan tersebut. Seorang komunikator yang baik mengetahui apa yang harus dikatakan dan cara mengatakannya secara verbal maupun tertulis, di dalam rapat kecil kantor atau di hadapan banyak orang.
     Kemampuan komunikasi yang efektif akan;
§  Meningkatkan rasa percaya diri, kredibilitas, dan kompetensi.
§  Mengurangi kesalahpahaman dan kebingungan.
§  Menghemat waktu semua orang.
§  Membantu menegosiasikan posisi dalam hal proyek dan anggaran.
     Kemampuan tersebut juga berguna di rumah, dalam organisasi nirlaba dan keanggotaan dalam asosiasi professional.
     Menyimak secara aktif yaitu menunjukan empati kepada pembicara, menghindari penilaian, menyimak fakta, emosi, kebutuhan dan maksud. Kiat berikut ini akan membantu meningkatkan keterampilan menyimak;
a.    Belajar member jeda pada saat berbicara.
b.   Pikirkan sudut pandang orang lain.
c.    Cermatilah tindakan nonverbal.
d.   Jangan menyela.
e.    Carilah maksud sebenarnya dan temukan apa yang tersirat.
f.    Bersikap setuju ketika menyimak.
g.   Ulangi perkataan pembicara untuk memperjelas.
h.   Berhenti berbicara atau diam tetapi memperhatikan.
     Ketika menyimak;
§  Perhatikan apa yang disampaikan orang lain ketika orang tersebut menyampaikan orang lain ketika orang tersebut menyampaikannya.
§  Perhatikan minat dengan mengangguk, kontak mata dan senyum.
     Ketika merencanakan komunikasi;
o  Berfokuslah pada tidak lebih dari tiga poin penting.
o  Komunikasikan informasi teknis dengan menyampaikan ide sederhana terlebih dahulu dilanjutkan dengan ide yang lebih rumit.
o  Buatlah gambaran dengan menggunakan cerita dan contoh nyata yang familier.
o  Gunakan cerita dengan hemat dan tepat.
o  Pahami benar topik.
o  Rencanakan poin-poin yang akan disampaikan dan siapkan argument.
o  Sebutkan keinginan dan jika mendengar kata “Tidak”, mulailah berunding.
o  Pastikan komunikasi menjelaskan kepada orang dengan cara, beriakan manfaat bagi orang lain.
o  Lakukan latihan mental komunikasi dengan menggambarkannya tepat seperti yang diinginkan.
     Umpan balik adalah sarana untuk memperkuat sikap positif atau meminta perubahan atas sikap negatif. Umpan balik harus dilakukan secara diplomatis. Umpan balik harus bersifat khusus dan berguna. Pilihlah kata-kata terbaik supaya pendengar mengerti bahwa sikapnya berpengaruh. Pastikan waktunya tepat, dan sebisa mungkin hindari gangguan. Sampaikan maksud dengan tenang, jelas, dan masuk akal. Ketika memberi umpan balik, pastikan: siap untuk mendengarkan dan menerima.
     Langkah-langkah pemberian umpan balik;
1.   Deskripsikan perilaku.
2.   Berikan informasi nyata berdasarkan pengamatan dan tindakan.
3.   Katakan detail-detail khusus, dengan mengutip contoh-contoh terbaru.
4.   Berfokuslah pada sikap dan informasi yang dapat berubah yang bisa bermanfaat bagi penerima.
5.   Gambarkan dampaknya dan perubahan yang diharapkan.
6.   Gunakan kalimat dengan kata “saya”, bukan “Anda”. Hindari pernyataan kritis dan evaluatif.
7.   Gunakan bahasa tubuh yang tepat dan menenangkan.
     Komunikasi telepon yang efektif. Suara merupakan alat paling penting saat menelpon, karena tidak menggunakan ekspresi wajah atau gerakan tubuh untuk membantu menyampaikan pesan.
     Manajer yang efektif adalah pemimpin tim, yang menyatukan seluruh karyawan untuk mencapai sasaran bersama. Manajer kantor sering bertanggung jawab untuk membentuk sekaligus memimpin tim. Menjaga agar tim selalu mengetahui perkembangan terbaru merupakan salah satu tanggung jawab terpenting sebagai seorang pemimpin tim.
     Perencanaan adalah kunci tim yang efektif dan produktif. Perencanaan yang baik akan menghindarkan tim dari kebingungan dan usaha yang berulang. Tanpa perencanaan yang cermat: waktu, usaha, dan uang sering terbuang percuma.
Tujuh aturan bagi pemimpin tim;
1.   Pastikan sasaran dikomunikasikan dengan jelas dan dipahami.
2.   Berikan kesempatan untuk bertemu dan bertukar ide dengan anggota tim yang lain.
3.   Perlakukan karyawan secara setara dan berilah masing-masing kesempatan untuk member kontribusi.
4.   Jadilah teladan dengan cara mendukung kebijakan dan prosedur perusahaan.
5.   Bersikap konsisten dan positif. Bukan ucapan dengan tindakan.
6.   Tetap bersikap tenang walaupun di bawah tekanan.
7.   Selalu penuhi janji pada semua karyawan.
     Kebanyakan dari kita menghabiskan banyak waktu untuk rapat. Daripada menghabiskan waktu untuk rapat, belajarlah menggunakan rapat tim untuk memberi motivasi dan meningkatkan kretifitas.
     Sebagai besar keputusan melibatkan unsur risiko atau ketidakpastian. Pemimpin yang baik adalah pembuat keputusan yang baik walaupun harus mengambil resiko. Membantu mengembangkan kemampuan pengambilan keputusan, agar menjadi pemimpin yang lebih efektif;
·      Tentukan permasalahannya.
·      Kumpulan fakta.
·      Ujian pilihan.
·      Buatlah keputusan.
·      Sampaikan keputusan kepada pihak yang terlibat langsung.
     Manajer yang baik mengetahui cara menciptakan situasi win-win (sama-sama untung) dan membuat setiap orang bergerak mencapai sasaran. Tetapi untuk mempelajari kemampuan ini butuh kemampuan berkompromi dan mempertimbangkan banyak sudut pandang secara bersamaan.
     Meskipun semua orang sudah menyepakati stu sasaran, perselisihan masih bisa terjadi. Berikut ini tujuh saran untuk menyelesaikan konflik;
1.      Jadwalkan rapat dengan pihak yang terlibat untuk mendiskusikan situasi yang terjadi.
2.      Saat rapat, katakana bahwa ada konflik yang sedang terjadi.
3.      Gunakan pertanyaan “Saya” untuk menghindari tuduhan.
4.      Ajukan pertanyaan yang mengharuskan orang lain membahas situasi yang ada.
5.      Ulangi perkataan lawan bicara, merupakan cara yang baik untuk memastikan bahwa memahami apa yang didengar.
6.      Nyatakan keinginan semua pihak.
7.      Sepakati satu resolusi dan jadwalkan rapat untuk menindaklanjuti situasi tersebut.
     Orang yang sulit bisa bersikap tidak baik, mengganggu, dan sering tidak bisa diatasi dan menyebabkan stress bagi orang-orang di sekitarnya. Jika bisa mengkaji perilaku orang sulit ini dan benar-benar mendengar apa yang mereka katakana, lebih mampu menghadapi kepribadian yang sulit secara lebih efektif.
     Ikuti strategi berikut untuk menghadapi 7 tipe dasar orang yang sulit;
1)   Penyerang
Penyerang berkuasa serta membutuhkan ruang dan waktu untuk melampiaskan kemarahan.
2)   Penyombong
Penyombong juga berkarakter keras, tetapi berbeda dengan penyerang, mereka sering bertindak seperti ahli bidang tertentu.
3)   Pengecut
Pengecut sering menggunakan sindiran tajam kasar atau cara-cara curang untuk mendapatkan yang mereka inginkan.
4)   Korban
Korban bertindak lemah dan kalah, serta sering mengeluh.
5)   Penentang
Penentang biasanya mencurigai orang yang berwenang dan yakin bahwa opini mereka paling benar.
6)   Serba Setuju
Orang yang serba setuju ingin disenangi dan selalu menawarkan diri untuk mengerjakan apapun yang disuruh.
7)   Tidak Tanggap
Orang yang tidak sanggup sering menarik diri. Biasanya sulit mendapatkan komitmen positif dari mereka.
     Perubahan adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari. Sebagai manajer, harus siap membantu orang lain menerima dan menyesuaikan diri dengan perubahan. Perubahan sering menimbulkan ketakutan mendasar seperti kehilangan kendali, ketidakpastian, kejutan dan keharusan mengerjakan lebih dari satu tugas. Tetapi perusahaan bisa menciptakan kesempatan. Perubahan sangat penting untuk ketahanan hidup. Organisasi harus berubah supaya bisa bersaing. Manajer harus memimpin upaya menghadapi perubahan dan membantu karyawan melalui perubahan tersebut.

E.     Pentingnya Hubungan Baik dengan Pelanggan
     Semua orang adalah pelanggan. Pelanggan adalah orang-orang yang mengandalkan sepenuhnya atau sebagian, untuk menyelesaikan tugas. Semua fungsi dan departemen dalam bisnis layanan saling terkait dan saling tergantung dalam pencapaian misi.
     Sebagai besar bisnis dirancang untuk mendukung pelanggan atau klien, baik eksternal atau internal (yaitu departemen lain). Penelitian survey pelanggan menunjukan bahwa ada empat kebutuhan dasar pelanggan.
Pelanggan ingin;
1.   Dimengerti.
2.   Merasa disambut dengan nyaman.
3.   Merasa penting dan dihormati.
4.   Terpenuhi kebutuhannya.



DAFTAR PUSTAKA

Manning, Marilyn, Ph.D dan Patricia Haddock. 2010. Manajemen Kantor. Jakarta : PT Indeks

MAKALAH SISTEM ADMINISTRASI NEGARA




DAFTAR ISI



Kata Pengantar..............................................................................................................i
Daftar Isi......................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang…………………………………………………………………....1
1.2. Tujuan Masalah……………………………………………………………..........2
1.3. Rumusan Masalah……………………………………………………………...…2
BAB II PEMBAHASAN
2.1. Sistem Administrasi Negar……………………………..………………………...3
2.2. Pengertian Hukum Administrasi Negara………………………………………....6
2.3. Obyek Hukum Administrasi Negara……………………………………………..7
2.4. Sumber-Sumber Hukum Administrasi…………………………………………...8
2.5. Bentuk-Bentuk Perbuatan Pemerintahan………………………………………..10
BAB III PENUTUP
3.1. Kesimpulan…………………………………………………………..………….12
3.2. Saran…………………………………………………………………………….12
DAFTAR PUSTAKA












BAB I
PENDAHULUAN




1.1. Latar Belakang

     Kebijakan  publik pada dasarnya menyangkut aspek kehidupan yang sangat luas. Dalam kehidupan bernegara, maka pemerintah memiliki fungsi memberikan berbagai kebijakan publik yang diperlukan oleh masyarakat, mulai dari  membuat sampai menerapkan kebijakan itu  dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat dan lainnya. Berbagai gerakan reformasi publik yang dialami negara-negara maju banyak diilhami oleh tekanan masyarakat akan perlunya peningkatan kualitas kebijakan publik yang diberikan oleh pemerintah.
     Sistem Administrasi Negara Republik Indonesia secara luas memiliki arti Sistem Penyelenggaraan Negara Indonesia menurut UUD 1945, yang merupakan sistem penyelenggaraan kehidupan negara dan bangsa dalam segala aspeknya, sedangkan dalam arti sempit, Sistem Administrasi Negara Republik Indonesia adalah idiil Pancasila, Konstitusional – UUD 1945, operasional RPMJ Nasional serta kebijakan-kebijakan lainnya.
     Sistem Administrasi Negara Republik Indonesia secara simultan berinteraksi dengan faktor-faktor fisik, geografis, demografi, kekayaan alam, idiologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan hankam.
Dalam rangka pencapaian tujuan negara dan pelaksanaan tugas negara diselenggarakan fungsi-fungsi negara yang masing-masing dilaksanakan oleh Lembaga Negara yang telah ditetapkan dalam UUD 1945 dengan amandemennya.
     Sistem Penyelenggaraan Pemerintahan Negara merupakan bagian integral dari sistem Penyelenggaraan negara. Operasionalisasi dari semua ketentuan-ketentuan dalam UUD 1945 merupakan bagian yang sangat dominan dalam penyelenggaraan pemerintahan negara.
     Di Indonesia dalam menigkatkan kesejakteraan masyarakat pemerintah berusaha memperbaiki semua hal yang biasa mensejakterakan rakyatnya, termasuk dalam perbaikan dalam kebijakan publik.
     Administrasi adalah sebuah istilah yang bersifat generik, yang mencakup semua bidang kehidupan. Karena itu, banyak sekali definisi mengenai administrasi. Sekalipun demikian, ada tiga unsur pokok dari administrasi. Tiga unsur ini pula yang merupakan pembeda apakah sesuatu kegiatan merupakan kegiatan administrasi atau tidak.

1.2. Tujuan Makalah
     Berdasarkan latar belakang di atas, penulis memiliki tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui dan memberikan pemahamana kepada teman-temana atau pembaca tentang apa pengertian Sistem Administrasi Negara, serta bagaimana Sistem Administrasi Negara Indonesia itu berjalan.

1.3. Rumusan Makalah
     Dari latar belakang di atas, maka masalah yang akan dibahas pada makalah ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
Apa Pengertian sistem Administrasi Negara?
Apa Pengertian Negara dan bagaimana syarat sebuah Negara?
Bagaimana sistem administrasi Negara Indonesia?








BAB II
PEMBAHASAN



2.1. Sistem Administrasi Negara
     Sistem adalah suatu jaringan dari prosedur-prosedur yang berhubungan satu sama lain menurut skema atau pola yang bulat untuk menggerakkan suatu fungsi yang utama dari suatu usaha atau urusan” (Prajudi:1973). Administrasi adalah sebuah istilah yang bersifat generik, yang mencakup semua bidang kehidupan. Negara adalahorganisasi kewilayahan yang bergerak dibidang kemasyarakatan dan kepentingan perseorangan dari segenap kehidupan yang multidimensional untuk pengawasan pemerintahan dengan legalitas kekuasaan tertinggi (Herman Finer).
     Secara politis, peranan administrasi Negara adalah memelihara stabilitas Negara, baik dalam pengertian keutuhan wilayah maupun keutuhan politik. Secara ekonomi, peranan administrasi Negara adalah menjamin adanya kemampuan ekonomi nasional untuk menghadapi dan mengatasi persaingan global.
Administrasi Negara, dilihat dari segi Analisa Sistem:
·         Sistem adalah merupakan kebulatan dari bagian yang saling bergantung.
·         Sistem terdiri dari gugus-gugus komponen yang bekerja sama untuk kepentingan tujuan sebagai suatu keseluruhan.
·         Sistem adalah kompleks unsur-unsur yang saling berinteraksi.
     Komponen-komponen (unsur) dalam Administrasi Negara dilihat dari Analisa Sistem:
1.      Lingkungan
     Lingkungan mencakup berbagai macam gejala (sosial, eonomi, politik, budaya, hankam). Gejala adalah masalah/bajan yang dapat digunakan oleh pemerintah (Administrasi Negara) di dalam membuat suatu kebijaksanaan. Gejala tersebut mungkin dapat mempercepat (membantu) ataumenghambat (menghalangi) pemerintahan (Adm Negara) di dalam membuat suatu keputusan.
 Lingkungan terdiri dari :
a. Langganan (Siapa saja yang mendapatkan pelayanan barang dan jasa).
b. Pasar (yang menentukan biaya dari barang dan jasa yang akan dikomunikasikan).
 c. Golongan kepentingan ( anggota masyarakat dan pejabat pemerintah, baik yang mendukung maupun yang menolak kebijakan pemerintah).
d. Badan badan lain yang menjadi konsumen daripada kebijaksanaan.
2.  Input dari lingkungan
     Input dapat dikatakan sebagai suatu transmisi yang dikirim dari lingkungan ke dalam proses  konversi.

Input dapat berupa;
ü  Tuntutan :
·         Masyarakat menuntut barang-barang dan jasa-jasa dari negara untuk mereka konsumsikan.
Contoh : pendidikan, kesehatan, rekreasi, keamanan dll.
·         Masyarakat menuntut pengaturan perilaku pihak-pihak lain.
 Contoh : perilaku dari alat-alatnegara.
·         Masyarakat dapat menuntut kebebasan kebebasan dalam rangka melakukan kegiatan-kegiataspiritual.
Contoh : ibadah; merayakan hari besar agama.
      Suatu tuntutan pada hakekatnya adalah analitis, tidak harus melukiskan sifat interaksi antara rakyat dengan administrator. Suatu tuntutan dapat berbentuk permintaan bukti akan suatu jasa.
ü Sumber-sumber kekayaan:
o  Sumber daya manusia
o  Kekayaan alam atau sumber daya alam
o  Skill
o  Teknologi
o  Uang atau keuangan
o  Metode-metode Dukungan
Dukungan, oposisi atau sifat masa bodoh:
Kewajiban membayar pajak.
Kesediaan penerimaan pengaturan perilaku yang dibuat oleh pemerintah.
Bagaimana sikap masyarakat terhadap perilaku administrator (mendukung atau menolak).
Saluran input kedalam proses konversi ini tidak saja berasal dari sektor swasta, namun juga berasal dari badan-badan pemerintah yang lain; lembaga eksekutif, lembaga legislative dan lembaga yudikatif. Input dapat berupa Undang-undang, instruksi-instruks, peraturan pemerintah, penilaian kepala eksekutif, penilaian hakim dan sebagai berikut.
3. Konversi
     Yang berfungsi sebagai pelaku kegiatan-kegiatan administratif dalam proses ini adalah unit-unit administratif yang dilaksanakan oleh para administrator. Bekerja dipengaruhi oleh input, keadaan dan susunan organisasi dari proses konversi yang bersangkutan untuk pengambilan keputusan,  pelaksanaan keputusan, pengendalian dan tindakan.
     Dengan melibatkan personil yang bekerja atas dasar:
a.  Struktur organisasi yang ada,
b.  Prosedur yang telah ditetapkan,
c.  Keahlian, pengalaman pribadi dan kecenderungan yang dimiliki,
d.  Cara-cara yang telah ditetapkan bagi para administrator dalam melakukan
     pengawasan terhadap bawahan.
4. Outputs
   Yang dihasilkan oleh administrasi negara dapat berupa:
§  Barang dan jasa seperti yang diinginkan masyarakat.
§  Pengaturan berbagai macam perilaku.
§  Penyampaian informasi dan lain-lain.
(Perwujudan dari tuntutan-tuntutan atau keinginan-keingainan; baik masyarakat, maupun cabang pemerintahan yang lain).
5. Feed back 
·         Mengambarkan pengaruh dari outputs terdahulu yang telah dinilai oleh konsumen (cocok/kurang cocok/tidak cocok).
·         Dengan harapan untuk dijadikan inputs baru dalam konversi berikutnya.
·         Untuk menghasilkan output baru yang lebih sesuai.
     Mekanisme umpan balik ini merupakan bukti berkelanjutannya interaksi antara para administrator dengan sumber-sumber masukan dan konsumen/pemakai output mereka. Mekanisme ini juga menunjukkan bahwa proses selalu dinamis dan sirkuler.
     Definisi kerja dari Sistem Administrasi Negara.
Suatu proses dinamik yang berkelanjutan dan bersifat sirkuler, dimana masukan di ubah menjadi keluaran, yang selanjutnya keluaran akan menjadi umpan balik sebagai masukan baru bagi pengubahan baru untuk menghasilkan keluaran baru, dalam rangka mewujudkan kebijakan pemerintah/Negara. 

2.2.  Pengertian Hukum Administrasi Negara

a. Hukum administrasi negara adalah peraturan hukum yang mengatur administrasi
    yaitu  hubungan   antara  warga  Negara  dan  pemerintahnya  yang  menjadi  sebab
    hingga negara itu berfungsi (R. Abdoel Djamali).
b. Hukum  administrasi  negara  adalah  keseluruhan  aturan   hukum  yang  mengatur
    bagaimana  negara  sebagai  penguasa  menjalankan usaha-usaha  untuk  memenuhi
    tugasnya. (Kusumadi Poedjosewojo.)
c. Hukum administrasi negara adalah hukum yang menguji hubungan hukum istinewa
    yang  diadakan,  akan  kemungkinan  para  pejabat  melakukan  tugas  mereka yang
    khusus. (E. Utrecht.)
d. Hukum  administrasi  Negara adalah  keseluruhan  aturan  yang harus  diperhatikan
    oleh  para   pengusaha  yang   diserahi   tugas   pemerintahan   dalam   menjalankan
    tugasnya. (Van Apeldoorn.)
e. Hukum  administrasi  Negara  adalah   hukum  yang  mengatur  tentang  hubungan-
    hubungan  hukum antara  jabatan-jabatan  dalam  negara dengan warga masyarakat
    (Djokosutono).
    Istilah hukum administrasi negara adalah terjemahan dari istilah Administrasi recht (bahasa Belanda).


2.3. Obyek Hukum Administrasi Negara

     Pengertian obyek adalah pokok permasalahan yang akan dibicarakan. Dengan pengertian tersebut, yang dimaksud obyek hukum administrasi negara adalah pokok permasalahan yangakan dibicarakan dalam hukum administrasi negara.
     Berangkat dari pendapat Prof. Djokosutono, S.H., bahwa hukum administrasi negara adalah hukum yang mengatur hubungan hukum antara jabatan-jabatan dalam negara dan para warga masyarakat, maka dapat disimpulkan bahwa obyek hukum administrasi negara adalah pemegang jabatan dalam negara itu atau alat-alat perlengkapan negara dan warga masyarakat. Pendapat lain mengatakan bahwa sebenarnya obyek hukum administrasi adalah sama dengan obyek hukum tata negara, yaitu negara (pendapat Soehino, S.H.). pendapat demikian dilandasialasan bahwa hukum administrasi negara dan hukum tata negara sama-sama mengatur negara.
     Namun, kedua hukum tersebut berbeda, yaitu hukum administrasi negara mengatur negara dalam keadaan bergerak sedangkan hukum tata negara dalam keadaan diam. Maksud dari istilah ’’negara dalam keadaan bergerak’’ adalah bahwa negara tersebut dalam keadaan hidup. Hal ini berarti bahwa jabatan-jabatan atau alat-alat perlengkapan negara yang ada pada negara telah melaksanakan tugasnya sesuai dengan dengan fungsinya masing-masing. Istilah ´negara dalam keadaan diam´ berarti bahwa negara itu belum hidup sebagaimana mestinya. Hal ini berarti bahwa alat-alat perlengkapan negara yang ada belum menjalankan fungsinya. Dari penjelasan diatas dapat diketahui tentang perbedaan antara hukum administrasi negara dan hukum tata negara.

2.4. Sumber-Sumber Hukum Administrasi

Pada umumnya, dapat dibedakan menjadi dua :

a. Sumber hukum material, yaitu sumber hukum yang turut menentukan isi kaidah
    hukum.   Sumber  hokum  material  ini  berasal  dari  peristiwa-peristiwa  dalam
   pergaulan masyarakat dan peristiwa-peristiwa itu dapat mempengaruhi bahkan
    menentukan sikap manusia.

b. Sumber hukum  formal,  yaitu  sumber  hukum  yang  sudah diberi bentuk tertentu.
    Agar berlaku umum, suatu kaidah harus diberi bentuk sehingga pemerintah dapat
   mempertahankannya.

1. Pengertian Sumber Hukum

     Hukum dapat ditinjau dari berbagai aspek. Seseorang mampu menjelaskan hukum positif yang berlaku dan secara bersamaan mampu menjelaskan dengan tegas sumber-sumber tempat hukum positif itu dikaji. Ketika orang menulis suatu studi yang bersifat sejarah, maka sumber-sumber hukum kebanyakan itu adalah sumber-sumber hukum lain seperti hasil-hasil tulisan ilmu pengetahuan yang lama, notulen dari sidang rapat dan sebagai berikut.

2. Pancasila Sebagai Sumber Hukum

     Dalam Tap MPR No. V/MPR/1973 tentang Peninjauan Produk-Produk yang Berupa ketetapan-Ketetapan MPRS RI jo. Ketetapan MPR No.IX/MPR/1978 tentang perlunya penyempurnaan yang termaktub dalam pasal 3 Tap MPR No. V/MPR/1973, Pancasila Dinyatakan Sebagai Sumber Dari Segala Sumber Hukum. Yang artinya bahwa Pancasila adalah pandangan hidup, kesadaran dan cita-cita hukum serta cita-cita mengenai kemerdekaan individu, kemerdekaan bangsa, prikemanusiaan, keadilan sosial, perdamaian nasional dan mondial, cita-cita politik mengenai sifat, bentuk-bentuk dan tujuan negara, cita-cita moral mengenai kehidupan kemasyarakatan dan keagamaan sebagai pengejawantahan dari Budi Nurani Manusia.

     Dalam Tap MPRS No. XX/MPR/1966, bahwa  Pancasila itu mewujudkan  dirinya dalam:
a. Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945
    Yang  dimaksud adalah  Proklamasi Kemerdekaan  Indonesia yang  dibacakan oleh
    Ir. Soekarno.
b. Dekrit 5 Juli 1959
    Suatu keputusan Presiden RI, yang isinya:
    1. Pembubaran Konstituante
    2. Berlakunya kembali UUD 1945 dan tidak berlakunya lagi UUDS 1950
    3. Pembentukan MPRS dan DPAS)
c. Undang-Undang Dasar Proklamasi, dan
    Adalah  UUD 1945  yang  terdiri dari  Pembukaan  atau  Preambule,  batang Tubuh
    dan Penutup.
d. Serat Perintah 11 Maret 1966.
    Berisi  perintah  kepada  Letnan  Jendral Soeharto, Mentri/Panglima AD, untuk dan
    atas nama Presiden/Panglima Tertinggi ABRI.

3. Sumber hukum dalam Arti Formal

     Sumber-sumber hukum dalam arti formal diperhitungkan terutama “bentuk tempat hukum itu dibuat menjadi positif oleh instansi Pemerintahan yang berwenang”.  Dalam arti, bentuk wadah suatu badan pemerintahan tententu dapat menciptakan badan hukum. Sumber Hukum (formal) di Indonesia, diatur dalam MPRS No.XX/MPR/1966, berarti UUD 1945, Tap MPR, UU & PP sebagai Pengganti UU (Perpu), PP, Keppres, Inpres, Permen, serta Instruksi Mentri & Surat Mentri.

2.5. Bentuk-Bentuk Perbuatan Pemerintahan
Pengertian pemerintahan dibedakan menjadi dua :
1). Pemerintahan dalam arti  luas, yaitu pemerintahan yang terdiri dari tiga kekuasaan
    yang masing-masing terpisah satu sama lain.
Ketiga kekuasaan itu adalah :
a. Kekuasaan legislatif.
b. Kekuasaan eksekutif.
c. Kekuasaan yudikatif.
     Pemerintahan kekuasaan diatas berdasarkan teori Trias Politica dari Montesquieu. Tetapi, menurut Van Vollenhoven, pemerintahan dalam arti luas berbeda dengan tori trias politica.
Menurut Van Vollenhoven pemerintahan dalam arti luas mencakup :
·         Tindakan / kegiatan pemerintahan dalam arti sempit (bestuur).
·         Tindakan / kegiatan polisi (politie).
·         Tindakan / kegiatan peradilan (rechts praak).
·         Tindakan membuat peraturan (regeling, wetgeving).
Sedangkan pemerintahan dalam arti luas menurut Lemaire adalah pemerintahan yang meliputi :
§  Kegiatan penyelengaraan kesejahteraan umum (bestuur zorg).
§  Kegiatan pemerintahan dalam arti sempit.
§  Kegiatan kepolisian.
§  Kegiatan peradilan.
§  Kegiatan membuat peraturan.
Sedangkan Donner berpendapat, bahwa pemerintahan dalam arti luas dibagi menjadi dua tingkatan (dwipraja), yaitu :
a. Alat-alat pemerintahan yang menentukan hukum negara / politik negara.
b. Alat-alat perlengkapan pemerintahan yang menjalankan politik negara yang
    telah ditentukan.
2). Pemerintahan dalam arti sempit ialah badan pelaksana kegiatan eksekutif saja
     tidak termasuk badan kepolisian, peradilan dan badan perundang-undangan.     
      Pemerintahan   dalam  arti   sempit  itu  dapat  disebut  dengan   istilah  lain,  yaitu ”administrasi   negara”.  Bentuk   perbuatan   pemerintahan   atau   bentuk   tindakan administrasi negara secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
a. Perbuatan hukum / tindakan hukum.
b. Bukan perbuatan hukum.
Perbuatan pemerintahan menurut hukum publik dibedakan menjadi dua, yaitu :
1. Perbuatan menurut hukum publik bersegi satu.
2. Perbuatan menurut hukum publik bersegi dua.
     Perbuatan menurut hukum publik bersegi satu, yaitu suatu perbuatan hukum yang dilakukan oleh aparat administrasi negara berdasarkan wewenang istimewa dalam hal membuat suatu ketetapan yang megatur hubungan antara sesama administrasi negara maupun antara administrasi negara dan warga masyarakat. Misalnya, ketetapan tentang pengangkatan seseorang menjadi pegawai negeri. Perbuatan menurut hukum publik bersegi dua, yaitu suatu perbuatan aparat administrasi negara yang dilakukan oleh dua pihak atau lebih secara sukarela. Misalnya mengadakan perjanjian pembuatan gedung, jembatan dengan pihak swasta(pemborong).





BAB III
PENUTUP



3.1. KESIMPULAN

     Kebutuhan masyarakat tidak seluruhnya dapat dipenuhi oleh individu atau kelompoknya melainkan diperlukan keterlibatan pihak lain yang dibentuk oleh masyarakat itu sendiri. Pihak lain inilah yang kemudian disebut dengan administrasi negara. Definisi kerja dari Sistem Administrasi Negara merupakan suatu proses dinamika yang berkelanjutan dan bersifat sirkuler, dimana masukan di ubah menjadi keluaran, yang selanjutnya keluaran akan menjadi umpan balik sebagai masukan baru bagi pengubahan baru untuk menghasilkan keluaran baru, dalam rangka mewujudkan kebijakan pemerintah atau Negara.
     Sedangkan obyek hukum administrasi negara adalah pemegang jabatan dalam negara itu atau alat-alat perlengkapan negara dan warga masyarakat.
    
3.2. SARAN

       Pentingnya studi administrasi Negara dikaitkan dengan kenyataan bahwa kehidupan menjadi tak bermakna, kecuali dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat publik. Maka dari itu perlu kita memahami bagaimana untuk menjalankan administrasi Negara dengan baik.









DAFTAR PUSTAKA

Y Endi Rukmo, M.A. Administrasi Negara. Penerbit Erlangga. Jl. Kramat IV No. 11. Jakarta 10420. 1986.
Drs. H. Inu Kencana Syafiie, M.Si. Sistem Administrasi Negara Republik Indonesia. Penerbit PT. Bumi Aksara. Jl. Sawo Raya No. 18. Jakarta.
Http://anthogoodwill.blogspot.com/2012/08/makalah-sistem-administrasi-negara-ri.html
Http://christianmenayang.blogspot.com/
Http://raysuyanto.wordpress.com/2010/02/07/makalah-administrasi-negara/