Thursday, October 12, 2017

ARTIKEL DAFTAR URUT KEPANGKATAN ( DUK )


LogoUndipWarna (2)  
ARTIKEL
Disusun Guna Memenuhi Penilaian Tugas
Mata Kuliah Manajemen Personalia
Diploma III Administrasi Perkantoran


Disusun Oleh :
Betty Nugrahanti Mawengku
14020413060045





PROGRAM STUDI DIPLOMA III ADMINISTRASI PERKANTORAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
 UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2014
Daftar Urut Kepangkatan (DUK)

Daftar Urut Kepangkatan adalah salah satu bahan obyektif untuk melaksanakan pembinaan karier Pegawai Negeri Sipil berdasarkan sistem karier dan sistem prestasi kerja, oleh karena itu Daftar Urut Kepangkatan perlu dibuat dan dipelihara secara terus menerus.
Yang dimasukkan dalam Daftar Urut Kepangkatan hanya Pegawai Negeri Sipil, tidak termasuk Calon Pegawai Negeri Sipil.

Dasar Hukum
1.      Undang-undang nomor 43 tahun 1999 tentang Perubahan atas undang-undang nomor 8 tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian;
2.      Peraturan Pemerintah nomor 15 tahun 1979 tentang Daftar Urut Kepangkatan Pegawai Negeri Sipil;
3.      Surat Edaran Kepala BAKN nomor : 03/SE/1980 tanggal 11 Pebruari 1980.

ABRI merupakan singkatan dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. ABRI dipimpin oleh seorang Panglima ABRI (Pangab) yang membawahi empat institusi yaitu Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Polisi.

Setelah Reformasi, MPR telah menetapkan pemisahan tugas antara Tentara dengan Polisi. Ketiga angkatan (Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara) berubah nama menjadi Tentara Nasional Indonesia yang memiliki fungsi Pertahanan, sedangkan Kepolisian Republik Indonesia menjadi institusi yang memiliki kedudukan di bawah Presiden Republik Indonesia yang menangani masalah Keamanan.

Wadah kesatuan Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Kepolisian Republik Indonesia, yang berdasarkan Keppres No. 225/Pit/I 962 bertugas menjaga stabilitas keamanan di dalam negeri dan menyediakan kekuatan militer yang cukup agar Indonesia berada pada posisi yang kuat di dunia internasional sehingga tidak mudah diserang negara lain. Dalam menjalankan tugasnya itu, ABRI memiliki dwifungsi, yaitu fungsi di bidang sosial politik serta pertahanan dan keamanan.

Jenjang kepangkatan TNI dimulai saat masih bernama Tentara Keamanan Rakyat. Dari saat dibentuk hingga saat ini, jenjang kepangkatan TNI sudah mengalami beberapa kali perubahan nama pangkat dan jenjangnya.

Kepangkatan di Tentara Nasional Indonesia adalah susunan sebutan dan keselarasan jenjang pangkat militer dalam Tentara Nasional Indonesia yang terdiri dari TNI Angkatan DaratTNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara mulai dari tingkat yang tertinggi (Perwira), Bintara, hingga yang terendah (Tamtama). Setiap prajurit diberikan pangkat sesuai dengan keabsahan wewenang dan tanggung jawab dalam hirarki keprajuritan.

Sejarah
Pengaturan pangkat dimulai sejak TNI masih bernama TKR (Tentara Keaamanan Rakyat). Berdasarkan Surat Perintah Kepala Markas Tertinggi TKR (MTTKR) tanggal 5 November 1945 yang ditandatangani oleh Letnan Jenderal Oerip Soemohardjo sebagai Kepala Staf Markas Besar Umum, dikeluarkan sebuah maklumat yang mengatur dan menginstruksikan tentang seragam dan tanda-tanda Tentara Keamanan Rakyat. Karena suasana saat itu masih sangat kekurangan, MTTKR memerintahkan para komandan di Jawa dan Madura untuk memperlengkapi sendiri seragam-seragam untuk para prajurit. Dalam maklumat tersebut diperintahkan bahwa warna seragam tidak diharuskan sama, tetapi tanda pangkat kemiliteran diharuskan sama di seluruh barisan TKR.

Sejak dikeluarkannya maklumat dari Markas Tertinggi TKR hingga keluarnya keputusan KASAD tanggal 21 Mei 1957, tidak ada pangkat Brigadir Jenderal. Saat itu pangkat perwira tinggi bintang satu disebut dengan Djenderal Major.

Pada dekade 1950-an diterbitkan Peraturan Pemerintah yang mengatur pangkat-pangkat militer dalam Angkatan Perang Republik Indonesia. Sejak dikeluarkannya Peraturan Pemerintah pada tahun 1973, tanda kepangkatan untuk ketiga angkatan (TNI-AD, TNI-AU, dan TNI-AL) beserta Polri disetarakan. Namun sejak tahun  2001Kepolisian Republik Indonesia dipisahkan dari TNI, dan menggunakan tanda kepangkatan tersendiri.

Berdasarkan Surat Keputusan Panglima ABRI Nomor 92/II/85 yang berlaku sejak 1 April 1985, terjadi perubahan yaitu golongan tamtama dibagi menjadi 2 anak golongan, yaitu Tamtama Kepala dan Tamtama.

Pada tanggal 11 Maret 1990, pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah yang salah satu isinya adalah menghapus pangkat Calon Perwira sebagai salah satu pangkat di atas Pembantu Letnan Satu dan pangkat Kopral Kepala dan Prajurit Kepala.

Tanggal 29 September 1997, pemerintah mengeluarkan kembali Peraturan Pemerintah yang menyempurnakan peraturan pemerintah sebelumnya yang dikeluarkan pada tahun tanggal 11 Maret 1990. Pada peraturan pemerintah yang baru ini, ditambahkan pangkat kehormatan perwira tinggi pada masing angkatan yaitu Jenderal Besar untuk Angkatan Darat, Laksamana Besar untuk Angkatan Laut dan Marsekal Besar untuk Angkatan Udara. Pangkat kehormatan ini tidak membawa konsekuensi wewenang dan tanggung jawab dalam hirarki keprajuritan.

Jenjang dan tanda pangkat pertama kali diatur dalam Maklumat Kepala Markas Besar Umum TKR Letnan Jenderal Oerip Soemohardjo pada tanggal 5 November 1945 di Yogyakarta. Jenjang kepangkatan Tentara Nasional Indonesia sudah mengalami beberapa kali perubahan.

Periode 1997 - sekarang
Mulai periode ini ditambahkan pangkat kehormatan diatas perwira tinggi pada setiap angkatan yaitu Jenderal Besar, Laksamana Besar dan Marsekal Besar. Periode ini mulai berlaku sejak tanggal 29 September 1997 berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 32 Tahun 1997.

Jenjang
Pangkat kehormatan
Pembantu Letnan Satu
Pembantu Letnan Satu
Pembantu Letnan Satu
Pembantu Letnan Dua
Pembantu Letnan Dua
Pembantu Letnan Dua
Sersan Mayor
Sersan Mayor
Sersan Mayor
Sersan Kepala
Sersan Kepala
Sersan Kepala
Sersan Satu
Sersan Satu
Sersan Satu
Kopral Kepala
Kopral Kepala
Kopral Kepala
Kopral Satu
Kopral Satu
Kopral Satu
Kopral Dua
Kopral Dua
Kopral Dua
Prajurit Kepala
Kelasi Kepala
Prajurit Kepala
Prajurit Satu
Kelasi Satu
Prajurit Satu







Urutan Kepangkatan dan Simbol TNI

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpF0-YfrkCFqr6mt3HcBzOxKPuehFNMDr4xT-8JpTBEWwG_kq-d7uVWGVhyphenhyphenYDqacwDIsg2jk97J2xpbtyTpdm-7k5hO-U1ftzqqFf3WoltHuWbo-WjYzz8NtPfzqReQ_piaC3R-l2c4yIv/s400/Capture0.JPG

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIhjOvJK_n04pFjDpEtxO0Uox8vdsFIua_yRlNKxqppwwMoRCBGZkjHxge06EiH0IhQSHY-lYMznZ8_nNbCYb6wQymdH-nmpSeuCbNfJt08jiml2XxsPgUqbiqu3LAvvXT4Ma8adnSHABf/s400/Capture3.JPG

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh22Sf-bNsXRyPAq3ZfIRUoM38WnHiMEpqh8E7BarFMvkNjmt0YWI0hyphenhyphend5ti14KU9mzQpRN-XpIg-UlvwqUu4cuKZVPiNcNH_c8OdfNhIU2NO08ZKAPktDaEHgVern87tgCFmrSg-kp2rgv/s400/Capture4.JPG

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_VCPKtadCm-UK1pqdntSaDWSELQ-IbrXDrGk89m_RSXaA0MVBmVsbF5y3fcsb3BWlh9kbUdbXqEY0S1Hs1Frn1MIn0cD04YYKr6B9Dx_1i-a5mMf1WQAPBV5D1U7K4G7kaeqrcAYSmKMz/s400/Capture5.JPG

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbmw6UrvbOTOwd992y7-3OZ5ZOq-MdB0HAE9rNerYZdq0_XjgJ_ZUDY_Y8jEbpKFe0LH6G5sXx_-k6ytj-yx9HuGwbzTsmvZHcAkfACQNtScpWiiDlWcbr7B449i2nVFgeUNO7cvTEvi1B/s400/Capture6.JPG





Sumber Referensi;
http://tniataupolri.blogspot.com/2013/10/urutan-pangkat-tni-dan-polri.html

ANALISIS PT WINGS GROUP DAN PT UNILEVER


CONTOH :


ANALISIS PT WINGS GROUP DAN PT UNILEVER

     Wings merupakan perusahaan penghasil produk-produk rumah tangga dan pemeliharaan kesehatan diri yang bermarkas di Jakarta dan Surabaya, Indonesia. Wings juga memperluas jaringan distribusi selama periode ini, ketitik di mana produk yang tersedia di hampir setiap kota dan desa di setiap provinsi negara.
      Hari ini, Wings diakui sebagai produsen lokal terkemuka dan distributor  rumah tangga dan produk perawatan pribadi. Menjadi sebuah kelompok bisnis yang dinamis dan beragam, Wings masih didedikasikan untuk visi awal perusahaan konsumen dengan menyediakan produsen rumah tangga dan produk perawatan pribadi kualitas tanpa kompromi.
     Dengan kekuatan yang dimilikinya, WINGS mencoba berekspansi dengan mengekspor produk ke beberapa negara di dunia, dari Nigeria sampai Filipina. Wings telah berinvestasi baik integrasi hulu dan hilir. Sehingga memungkinkan bagi mereka menghasilkan secara konsisten produk-produk berkualitas dengan biaya lebih rendah berupa harga jual yang lebih rendah dibanding pesaingnya.

Sedangkan Unilever merupakan sebuah perusahaan multinasional, berarti Unilever memiliki pasar yang berbeda-beda karakter di tiap-tiap negara. Hal ini mengharuskan Unilever untuk memahami kebutuhan pelanggannya di pasar tiap Negara yang berbeda.
     Unilever menggunakan riset pasar, sebelum menciptakan dan meluncurkan suatu produk.  Melalui riset yang tepat, sebuah perusahaan akan mampu memenuhi kebutuhan pasar yang telah dibidik, bahkan mampu menjadi market leader. Itulah mengapa Unilever selalu berhasil di pasar berbagai Negara yang berbeda.

Contoh
PT Wings Group mempunyai merek seperti Softener SoKlin.
Iklan Softener Soklin dengan slogan “ Softener So Klin Pengharum pakaian Lembut Ditangan” . Adapun Slogan Terbaru dari kemasan yang baru dari produk ini yaitu “Dengan PARFUM BOOSTER Technology Wangiya Nempel Terus dan Terus”. Nilai tambah dari iklan ini yaitu memakai model artis Indonesia yaitu Naysila Mirdad. Dalam iklan di ceritakan seorang gadis yang sedang sibuk dan bingung memilih gaun untuk dikenakan nanti ketika bertemu dengan kekasihnya. Alhasil si ibu dari gadis tersebut mencarikan solusi yaitu dengan menunjukkan gaun miliknya ketika masih muda dulu yang tersimpan rapih dan waran yang tetap asli. Kemudian si ibu memberikan gaun miliknya untuk sang putri tercinta agar terlihat cantik di mata kekasih nya.
Dari alur cerita iklan nya menunjukkan bahwa pewangi tersebut tidak akan merusak tangan dan lembut jika disentuh, membuat warna baju lama tidak pudar dan harum sepanjang hari.

Sedangkan PT Unilever Indonesia telah dikenal dan dicintai oleh para konsumen serta merek yang telah mendunia seperti Molto.
Iklan Molto seperti ibu melakukan perkerjaan rutin rumah tangga seringkali memakan waktu yang tidak sedikit, termasuk saat mencuci. Mulai dari memilah, merendam hingga membilas pakaian. Untuk hasil yang terbaik para ibu rela menghabiskan waktu dan tenaga untuk membilas cuciannya hingga tiga kali. PT Unilever yang telah menemani  masyarakat  Indonesia selama 75 tahun memberikan solusinya. Terobosoan Molto Ultra Sekali Bilas adalah varian baru yang mempermudah ibu ketika membilas. Cukup satu kali bilas busa hilang dan tidak meninggalkan resiko deterjen. Kelebihan Molto Ultra Sekali Bilas yaitu mengusung teknologi baru, yaitu bahan penghilang busa yang dapat menghilangkan busa seketika hanya dalam sekali bilas. Kebiasaan mencuci hingga tiga kali pembilasan yang menghabiskan banyak tenaga dan waktu dapat teratasi dengan sekali bilas. Mencuci dengan sekali bilas dapat menghemat air untuk generasi mendatang. Karena tujuan Unilever adalah bekerja untuk menciptakan masa depan yang lebih baik serta melakukan bisnis yang akan memungkinkan kita untuk tumbuh dan mengurangi dampak lingkungan.

Kesimpulan
Dari analisis yang dilakukan terhadap dua perusahaan penghasil produk kebutuhan kontinual masyarakat diatas, yaitu PT Wings Group dengan PT Unilever, maka dapat disimpulkan bahwa PT Unilever jauh lebih memiliki keunggulan dibandingkan dengan PT Wings Group.
PT Unilever selalu berinovasi dalam menciptakan sebuah produk serta terus melakukan pengembangan terhadap produk yang sudah ada, sedangkan PT Wings Group cenderung mengekor produk-produk yang sudah ada dan booming sebelumnya. Image yang sudah tercipta pun cenderung lebih positif ke arah PT Unilever yang selalu berusaha mengikuti perkembangan zaman serta memahami kebutuhan masyarakat modern yang kian waktu kian konsumtif dan cenderung lebih selektif terhadap suatu produk yang akan dibeli karena di pasaran produk sejenis dapat diperoleh dengan berbagai macam merk yang cukup kompetitif dalam segi penjualan produknya karena kualitasnya pun bersaing.
Walaupun PT Unilever cenderung lebih unggul dari PT Wings Group, namun PT Wings Group juga terlihat cukup jeli dalam mengamati pasar dan seolah juga sangat memahami kebutuhan masyarakat Indonesia yang menginginkan produk yang berkualitas baik dengan harga yang terjangkau.


AGENDA KERJA PIMPINAN


CONTOH :

AGENDA KERJA PIMPINAN
D3 APS FISIP UNDIP 2015

PT Gilang Kancana
Jalan Dr. Semeru No. 59 Kota Bogor 16610
Telp. (0251) 8635745, fak.(0251) 8645725, email: gilang59@yahoo.co.id
Per. 01–12 Desember 2015
No.
Hari/Tanggal
Waktu
Tempat
Kegiatan
Nama Relasi
Keterangan
1.
Selasa, 1 Desember  2015
13.00


15.00
PT Mutiara Indah Jl. Pal Merah No. 15

Menemui Direktur PT Mutiara Indah di Kantor

Bapak Surahman kembali kantor

Bapak Surahman


2.
Rabu, 2 Desember 2015
08.00
PT Kid Com
Membicarakan kontrak kerja franchise

Bapak Fariz

Konfirmasi untuk bertemu Marketing
3.
Kamis, 3 Desember 2015

08.00 s.d 10.00
Dilantai 7
Rapat direksi, tentang Misi dan Visi perjalanan bisnis



4.
Jum’at , 4 Desember  2015
08.30 s.d 10.00
Jakarta
Melaporkan hasil monitoring dan evaluasi cabang Jakarta

Bapak Rizal

5.
Senin, 7 Desember 2015
08.00 s.d 09.00

11.00 s.d 12.00

13.30

Meeting antar devisi diruang Serbaguna

Menjenguk Bapak Ramli ke RS Mitra keluarga dilanjutkan makan siang

Kembali ke kantor



6.
Selasa, 8 Desember 2015
16.00 s.d selesai
Gedung Dirgantara
Telepon dari Sekretaris Ibu Dwikora

Ibu Ines
Konfirmasi undangan
7.

Rabu, 9 Desember 2015
10.00 s.d 16.00
Diruang Serbaguna
Mempresentasikan tentang Evaluasi Pencapaian Target Market periode Juli s.d Desember 2015 acara Workshop, dihadiri seluruh staf, devisi dan sub devisi Marketing

Berjumlah 25 orang
8.
Kamis, 10 Desember 2015
10.00 s.d 12.00




13.30
Direktur PT CIPTA AGUNG



Kantor Cabang yang ada di Surabaya
Membicarakan perluasan usaha di Jakarta dilanjutkan makan siang ke menara Gading Restoran

Mengenai kunjungan sekaligus pemesanan Tiket Pesawat Garuda Indonesia Airlines untuk keberangkatan minggu pagi

Ibu Leni






Konfirmasi ulang
9.
Jumat, 11 Desember 2015
10.00 s.d 11.30


12.30
Jepang



PT CIPTA INDAH, Jl. H M Thamrin No. V Jakarta Selatan

Menyiapkan dokumen untuk ekspor  produk dan menemui Deperindag

Setelah shalat jumat menemui Direktur,  membicarakan  kerjasama transportasi ke Bandara Halim Perdana Kusuma,

Bapak Kakanwil


Ibu Setya




Tidak kembali kekantor
10.
Sabtu, 12 Desember 2015
19.00
Krakatau Ball Room Horison Hotel Jakarta

Menghadiri undangan pesta perkawinan
Putri Bapak Ardi Martono


  Semarang, 18 November 2015
Diperiksa oleh,                                                                                               Dipersiapkan oleh,


Mahendra, S.E, M.Par                                                                                                  Betty Nugrahanti Mawengku     
       Direktur                                                                                                           Staff Administrasi